Trend saat ini adalah dapat memberikan berbagai macam layanan
secara teristribusi dan pararel secara remote dan dapat berjalan di berbagai
device, dan teknologinya dapat dilihat dari berbagai macam teknologi yang
digunakan dari proses informasu yang dilakukan secara otsourching sampai dengan
penggunaan eksternal data center [3]. Cloud Computing merupakan model yang
memungkinkan dapat mendukung layanan yang disebut ”Everything-as-a-service”
(XaaS) [6]. Dengan demikian dapat mengintegrasikan virtualized physical
sources, virtualized infrastructure, seperti juga sebaik virtualized middleware
platform dan aplikasi bisnis yang dibuat untuk pelanggan didalam cloud
tersebut.
Ada beberapa keuntungan
yang dapat dilihat dari perkembangan Cloud Computing ini, seperti :
- Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya
- Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat
- Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena system pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah
- Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping
- Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun.
(Struktur Cloud Computing)
Terdapat tiga komponen platform = computer desktop, mobile
devices dan cloud, dengan memperhatikan masalah kemudahan dan keamanan,
dimungkinkan dapat dengan mudah para user untuk pindah dari satu aplikasi ke
aplikasi lain dimana saja. Software as a services (SaaS): perkembangan dari web
2.0, perpaduan dengan online application SAAS, Dapat memungkinkan kolaborasi
dan integrasi manajemen tools semua devices. Interkoneksi Sel Grid computing
muncul untuk menyatukan banyak CPU yang bekerja secar pararel untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Integrasi CPU ini bias saja dilakukan
dalam sebuah network lokal atau internetworking yang tersebar di seluruh dunia.
Interkoneksi ini membentuk cel-cel yang saling terintegrasi secara private atau
public atau kedua-duanya.
Infrastructure as a
Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), Software as a Service (SaaS)
CONTOH APLIKASI CLOUD COMPUTING
Terkait
dengan artikel sebelumnya mengenai “Aplikasi
Perkantoran di Era Cloud Computing”, pada artikel kali ini
akan dibahas beberapa contoh aplikasi perkantoran berbasis Cloud
Computing. Aplikasi perkantoran berbasis Cloud
Computingmemungkinkan kolaborasi kerja secara online dengan
segala fitur yang ada seperti penyimpanan data secara online, layanan rapat
online, pembuatan berbagai jenis dokumen, dan banyak hal lain.
Untuk
bisa memberikan gambaran yang lebih jelas, akan dibahas lebih mendalam mengenai
kekurangan dan kelebihan beberapa contoh aplikasi perkantoran yang ada, yakni
Google Apps, Office 365, dan Zoho, dilihat dari beberapa aspek.
- Google Apps
Google Apps terdiri dari sekumpulan aplikasi berbasis cloud
dengan beberapa bagian utama yaitu Google Apps Email, Kalender, Drive, Docs,
Sites, serta Vault (pengarsipan). Saat ini paket Google Apps terdiri dari 3
pilihan yaitu :
- Google Apps-Free, dapat digunakan secara cuma-cuma, diperuntukkan bagi penggunaan personal atau kelompok dengan maksimal 10 pengguna dimana masing-masing akan mendapat kapasitas penyimpanan email sebesar 10 GB.
- Google Apps for Business, jumlah pengguna tidak terbatas dan masing-masing pengguna mendapat kapasitas email sebesar 25 GB, jaminan waktu operasional 99,9%, pengelolaan perangkat seluler, pe-nonaktif-an iklan, dukungan 24 jam sehari. Paket ini berbayar sebesar 5 USD per pengguna per bulan dengan masa uji coba gratis selama 30 hari.
- Google Apps for Business dengan vault, memiliki fitur dasar yang sama dengan paket Google Apps for Business namun memiliki kemampuan dalam hal pengarsipan email dan kebijakan retensi. Untuk dapat menggunakan paket ini, pengguna dikenakan biaya sebesar 10 USD per pengguna per bulan.
- Office
Office
365 merupakan sekumpulan aplikasi Microsoft Office System berbasis Cloud Computing sehingga
dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Layanan Office 365 terdiri dari
beberapa bagian utama yaitu Office Web Apps, Office
Professional Plus,SharePoint Online, Exchange Online,
dan Lync Online. Office 365 menyediakan berbagai paket dengan
berbagai kategori diantaranya Small Businesses, Midsize
Businesses and Enterprises, Education, serta Government dengan
harga yang bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Paket Small
Business dengan fitur yang hampir sebanding dengan Google Apss
for Business ditawarkan seharga 6 USD per pengguna per bulan dengan
masa uji coba gratis selama 30 hari.- Zoho
Sebagaimana
Google Apps dan Office 365, Zoho terdiri dari sekumpulan aplikasi berbasis Cloud
Computing sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses
melalui situs yang disediakan. Aplikasi perkantoran yang ditawarkan oleh Zoho
terdiri dari 3 kategori utama yaitu Business Apps, Collaboration Apps, serta Productivity
Appsdengan jumlah aplikasi mencapai lebih dari 20 jenis. Aplikasi pada Zoho
dapat digunakan secara Cuma-Cuma oleh pengguna individu. Namun Zoho menawarkan
berbagai jenis paket untuk bisnis atau perusahaan dengan berbagai kategori
sesuai dengan jenis kebutuhan pengguna. Paket penggunaan aplikasi perkantoran
bagi perusahaan dikenakan biaya sebesar 3 USD per pengguna per bulan untuk
edisi standar, sedangkan untuk edisi premium dikenakan biaya 5 USD per pengguna
per bulan dengan masa uji coba gratis selama 15 hari.







